Sangat membahagiakan sekali dengan terbitnya buku ini. Karena sudah kesekian kali siswa/siswi SMAN 1 Banyuwangi menunjukkan kelasnya sendiri di antara sekolah sekolah lainnya yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Fokus cerita membumi dan akrab dengan tradisi dan akar budaya penulisnya, piawai dalam meramu kata dengan intelgensia yang terlatih. Terima kasih anak-anakku terima kasih pula pada guru pembimbing ternyata masa depan dunia sastra tumbuh subur di sekolah ini selamat berkarya dan terus menulis!
Bambang Lukito (Sekjen Dewan Kesenian Blambangan)
Blambangan adalah cikal bakal dari Kabupaten Banyuwangi yang terkenal dengan julukan Sunrise of Java. Bahkan ada yang menyebutnya Java’s Oosthoek. Letak Banyuwangi yang berada di di antara gunung dan lautan, membuat kabupaten Banyuwangi menjadi daerah yang kaya akan sejarah, tradisi dan budaya. Sayangnya, Blambangan, kerap dianggap sebagai negara antah berantah. Tidak banyak literatur yang menulisnya. Namun Blambangan tidak akan hilang dari sejarah. Sekarang Blambangan berubah nama dan saya meyakini bahwa anak anak muda yang tinggal di atas tanahnya, tidak ingin kehilangan sejarah tempat tinggalnya untuk kedua kali. Mereka menulis. Mengabadikan Blambangan, mengabadikan Banyuwangi dalam karyanya. Blambangan, Banyuwangi, tak lagi menjadi sebuah negeri antah berantah di tangan mereka. Kata Pramoedya, menulislah karena tanpa menulis engkau akan hilang dari pusaran sejarah. Selamat menjadi bagian dari sejarah ujung timur pulau Jawa, anak muda. Aku mencintaimu.
@bincangbuku_banyuwangi
Satu tema cerita yang dipecah menjadi tiga namun tidak mengurangi kebermaknaannya. Dalam Mas Age dan Mas Alit tercermin budaya lokal yang dikemas kembali dengan ciri khas anak muda. To the point namun sarat makna. Pada cerita Keras Cinta Jogopati anak-anak muda yang menulis kisah ini mampu mengisahkan cerita cinta dan kerajaan yang apik. Penuh nilai-nilai kebaikan namun tidak berkesan menggurui. Sedang dalam kisah Darah Merah Sidopekso berisi perpaduan cerita kerajaan dan budaya lokal yang dibumbui fantasi membuat pembaca betah berlama-lama. Mereka sukses membawa pembaca menjelajahi budaya Banyuwangi yang unik dan asyik @litesub
Banyak pesan moral yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek ini. Rangkaian narasi yang ringan membuat pembaca mudah masuk ke alur cerita. Termasuk, bahasan tentang kearifan lokal menambah khazanah dalam pustaka pikiran pembaca @rumahliterasiindonesia
Membaca kumpulan cerpen ini serasa menziarahi Banyuwangi tempo dulu. Pembaca digiring untuk flashback, sehingga merasakan nuansa zaman kerajaan yang penuh nilai @lacikecil_
Judul: Darah Merah Sidopekso
Penulis: Siswa-siswi Kelas IPA 2 SMA Negeri 1 Banyuwangi
Tebal: 164 Halaman
Ukuran Buku: 14 x 20 cm
ISBN: 978-623-7052-04-3
Tanggal Terbit: April 2019
Genre: Fiksi (Kumpulan Cerita Pendek)
Harga: –
