Suara langkah kaki terdengar menggema di lorong kecil menuju pintu kayu. Langkah itu milik seorang wanita berumur tiga puluhan dengan paras yang masih terlihat lebih muda. Rambutnya pirang sepinggang. Tangannya meraih gagang pintu lalu memutarnya dan mendorong ke dalam kamar kecil di baliknya. Seorang bocah berumur empat belas tahun dengan rambut panjang cokelat kekuningan dan sedikit acak masih tertidur lelap dalam selimutnya sambil memeluk guling. Wanita itu menghela napas sambil berjalan menghampirinya.
Dengan penuh kasih, telapak tangannya yang lembut membelai rambut si bocah.
“Len, bangun.” Suaranya merambat masuk melalui kedua telinga.
Suaranya tersampaikan dan membawa bocah itu kembali ke dunia nyata setelah menjelejahi dunia kapuk yang menyenangkan. Dua matanya mulai terbuka sambil melirik ke arah wanita yang duduk di depan. Dia memandang dengan buram, lalu menguceknya untuk menghilangkan kotoran yang menghalangi.
Cahaya kuning menerobos dari celah-celah penutup kayu jendela dan salah satunya menyorot mata kiri. Sensasi silau yang menyengat membuat matanya menyipit. Wanita itu beranjak setelah memastikan si bocah benar-benar terbangun sambil menyuruhnya untuk segera mandi sebelum keluar dari kamar.
Tidak butuh waktu yang lama bagi si bocah untuk mandi. Duduk di kursi yang menghadap meja makan sambil menunggu sarapan adalah hal yang dia lakukan sekarang. Selain membuat sarapan untuk mereka berdua, wanita itu juga sedang memanggang kue muffin untuk dijual. Kue muffin menjadi salah satu makanan yang digemari oleh kalangan bangsawan sampai rakyat kecil.
Judul: Kesatria Kecil yang Tak Diakui
Penulis: FLP Gresik
Tebal: 265 Halaman
Ukuran Buku: 13 x 20 cm
ISBN: 978-602-6679-40-6
Tanggal Terbit: April 2018
Genre: Fiksi (Antologi Cerita Pendek)
Harga: –
