Jika demikian habis cerita, biarlah darah suci pertapa jadi penebusnya…”Seru Raja Jayabaya menghunuskan pedang membelah jantung Putri Sanggramawijaya Sang Resi Kilisuci. Pelayan itu ambruk ditangkap dengan sigap oleh Maharesi Narotama.
“Putri Mahkota…” desisnya.
“Tugasku selesai, Narotama…” Berhembuslah nafasnya. Damai menyampaikan pesan berakhirnya sebuah jaman ia jaga dengan seluruh hidupnya.
“Apa yang kau lakukan, Nak?! Dia nenekmu! Ibu Ratu Sanggramawijaya!” jatuh bersimpuhlah ibu suri Sekartaji Candra Kirana di kaki bibinya.
“Oh Dewa… tuanku membunuh Resi Kilisuci… Raja Jayabaya membunuh seorang Resi… Raja membunuh neneknya… Beginilah jadinya… darah selir memimpin prahara…”
Gemparlah seluruh ruangan. Gemparlah seluruh kerajaan. Bertahun kemudian prahara ini disimpan dan pecah jadi perang di Ganter. Perang yang menamatkan keturunannya. Anak cucu tewas dalam perang ini. Sri Kertajaya bunuh diri. Mahisa Walungan dihabisi. Perang yang mengakhiri garis keturunan Selir Kediri.
Judul: Serat Nagasanggrama
Penulis: Denny Novita
Tebal: 260 Halaman
Ukuran Buku: 13 x 20 cm
ISBN: 978-602-74478-7-5
Tanggal Terbit: 2016
Genre: Fiksi (Novel)
Harga: –
