“Bapak” harus dibaca secara tartil, huruf perhuruf, bukan cuma pada kata perkata. (Bapak Hasnan Singodimayan-Budayawan Banyuwangi)
Saya seperti melihat cermin bulat yang bisa melihat dari segala penjuru, dan segala yang terlihat adalah “Bapak”. (Bapak Jack Parmin-Kajur JBSI Unesa)
“Bapak” boleh dibaca dengan verbal, lugas, bahkan banal, sebab “Bapak” multitafsir, menarik! (Bapak Sosiawan Leak-Kurator PMK (Puisi Menolak Korupsi))
“Bapak” selalu bicara cekak. (Bapak Samsudin Adlawi-Pemred Radar Banyuwangi)
Membaca “Bapak” seperti berbincang dan menatap figur sentral yang indah, inovatif, dan wah. (Bapak Bambang Lukito-Sekjen DKB (Dewan Kesenian Blambangan))
Meresapi “Bapak” seperti menyanyi lagu sendu, ada sedih yg menyayat, ada juga “sesuatu” yang membuat menangis, namun sejatinya “Bapak” adalah panutan dan contoh. (Bapak Gede Agus Budi Harta-Manajer Pramadhita Suara SMAN 1 Banyuwangi)
Sebuah cerita komtemporer yang me-nyufi tentang seorang “Bapak”, kadang mendayu, kadang meninggi. (Bapak Tamam Husein-Komposer/Penggagas AFI Indosiar)
Hubungan bapak-anak yang digambarkan dalam buku ini adalah hubungan berjarak. (Bapak Sudadi Ahmad-penggemar sastra populer)
“Bapak” sosok yang diidamkan, tapi sedikit kontra dengan realita. (Bapak Nur Huda-Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA Banyuwangi)
Judul: Bapak
Penulis: Muttafaqur Rohmah
Tebal: 130 Halaman
Ukuran Buku: 13 x 20 cm
ISBN: 978-602-60891-0-6
Tanggal Terbit: Januari 2017
Genre: Fiksi (Kumpulan Puisi)
Harga: –
