BAGI saya tak ada orang sukses tanpa kegilaan, begitulah yang saya lihat dari penyair sekaligus guru saya Muhammad Asqalani Eneste, beliau begitu cemerlang dengan ide ide gilanya yang berwujud dalam bentuk puisi. Salah satu puisinya yang berjudul “Narittik” itu telah membuat saya yakin betapa dari kegilaan itu muncul suatu kepercayaan diri yang tanpa batas dalam diri sang penyair ini, tanpa ragu dan pasti beliau mampu menjadi beda dari yang lainnya. (Rapina Semesta – Penyair)
Dan pemuda ini sepertinya pemuda yang rajin membaca dan berguru. Hari lepas hari, baik judul maupun isi puisinya makin sering memasukkan kosa kata Mandailing dan tetap terasa pas diucapkan lidah, dinikmati perasaan dan memperkuat tema tiap puisinya seperti tak punya kesenjangan dengan diksi berbahasa Indonesia. Bahkan oleh cemburu jiwa epigonku, sesekali aku ingin meniru keberaniannya mengambil diksi tetapi aku tetap tak mampu menyamai kemahirannya. Mulutku hanya berdecak kagum saat disampaikannya padaku bakal kumpulan puisinya ini yang seluruhnya memiliki kosa kata Mandailing. (Bresman Marpaung, Penyair – Tinggal di Medan)
MANDELE adalah sebuah petualangan yang kreatif, imajinatif, dan inspiratif. Tak sekadar kumpulan puisi semata. Kata demi kata yang tertuang di dalamnya akan membuat para pembaca berada sangat dekat dengan seorang bernama Asqa dan negeri kelahirannya. Ini seperti sebuah epik, dan puisi-puisi itu berhasil membuat saya ikut mengembara. (M.Z. Billal – Pecinta Buku dan Penikmat Sastra)
Judul: Mandele dan Puisi-puisi Lainnya
Penulis: Muhammad Asqalani eNeSTe
Tebal: 76 Halaman
Ukuran Buku: 13 x 20 cm
ISBN: 978-602-6679-32-1
Tanggal Terbit: Desember 2017
Genre: Fiksi (Kumpulan Puisi)
Harga: –
